Selasa, 20 Agustus 2024

T.5 Konfigurasi Wireless Access Point MikroTik RouterBoard

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat
Kelas : XI TJKT 2
Absen : 28


Konfigurasi Wireless Access Point MikroTik RouterBoard



Topologi yang digunakan :


 

 

Cara Konfigurasi :

1. Pertama kita reset dengan cara softreset, pergi ke "System - Reset Configuration" lalu ceklis pada bagian seperti gambar dibawah, jika berhasil tereset IP akan menjadi 0.0.0.0

2. Jika sudah tereset kita beri identity dengan cara System - Identity ubah nama "R-Nama".

3. Setelah itu aktifkan Hotspot pada smartphone yang kalian gunakan, setelah itu sambungan ke winbox dengan cara Wireless - Pilih wlan1 klik tanda ceklis.



4. Selanjutnya pergi ke Security Profiles untuk mengatur password dengan cara Wireless - Security Profiles lalu klik tanda + untuk, ubah name(password-fahmi), mode(dynamic keys), centang pada bagian seperti contoh, lalu masukkan password sama dengan yang ada pada smartphone.

5. Selanjutnya hubungkan hotspot dengan cara "Wireless - Scanner - Start" lalu pilih hotspot yang tadi diaktifkan pada smartphone lalu connectkan.

6. Setelah terhubung lalu klik 2kali pada bagian wlan1 ubah pada bagian Security Profile menjadi password-fahmi. Password yang kita setting tadi di security profiles.

7. Selanjutnya kita  setting dhcp-client dengan cara "IP - DHCP Client" pilih wlan1 lalu OK.

8. Setelah itu kita setting DNS dengan cara pergi ke IP- DNS ceklis pada bagian Allow Remote Request dan OK.
9. Kemudian kita setting NAT dengan cara "IP - Firewall - NAT" setting seperti contoh pada gambar dibawah ini.
10. Kemudian masukkan IP dengan cara "IP - Addresses" pilih pada bagian ether4 lalu masukkan seperti gambar dibawah dan OK.
11. Lalu kita setting DHCP Server dengan cara pergi ke "IP - DHCP Server - DHCP Setup" lalu pilih ether4 dan next hingga muncul tulisan Setup has completed successfuly.
12. Apabila sudah bisa tersambung akan muncul pada bagian leases dengan cara "IP - DHCP Server - Leases" jika ada perangkat tertaut/terhubung maka akan muncul pada bagian itu seperti contoh dibawah ini.
13. Selanjutnya ubah dhcp-server static dengan cara "IP - DHCP Server - Leases - Klik 2kali pada bagian Mac Address" lalu klik pada bagian make static lalu ubah Address seperti contoh di bawah ini. Lalu cek pada bagian jaringan apakah IP Address sudah berubah apa belum jika sudah akan seperti dibawah ini.




Daftar Pusaka

Senin, 19 Agustus 2024

Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat
 Kelas : XI TJKT 2
Absen : 28


MIKROTIK FUNDAMENTAL
 
 
Pengertian Dasar MikroTik

MikroTik adalah salah satu merek perangkat keras yang populer digunakan untuk keperluan jaringan, baik di rumah maupun di perusahaan. MikroTik terkenal dengan RouterOS-nya yang memberikan berbagai fitur jaringan yang kaya dan fleksibel. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa dasar penggunaan MikroTik, seperti DHCP Server, Bridge, Routing, Wireless, Firewall, Quality of Service, dan Tunneling. Selain itu, juga disertakan langkah-langkah dasar untuk mengatur setiap fitur tersebut.

Dasar Mikrotik

1. DHCP Server

DHCP server adalah

   - Pengertian: DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server digunakan untuk secara otomatis memberikan alamat IP kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Ini memudahkan manajemen alamat IP dalam jaringan yang lebih besar.
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu IP > DHCP Server.
     3. Klik DHCP Setup, pilih interface yang ingin Anda gunakan.
     4. Ikuti langkah-langkah wizard untuk menyelesaikan pengaturan.
     5. Setelah selesai, DHCP Server akan aktif dan memberikan IP kepada perangkat yang terhubung.

2. Bridge
https://techterms.com/img/xl/bridge_264.png

   - Pengertian: Bridge digunakan untuk menggabungkan beberapa interface jaringan menjadi satu jaringan logis. Ini memungkinkan berbagai jaringan fisik untuk berkomunikasi seolah-olah mereka berada di satu jaringan.
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu Bridge.
     3. Klik + untuk menambah bridge baru.
     4. Beri nama bridge dan klik Apply.
     5. Tambahkan port yang akan digabungkan ke dalam bridge melalui tab Ports.

3. Routing (Static & Dynamic)
  
Perbedaan Routing Statis dan Dinamis: Panduan Lengkap
 
 - Pengertian: Routing adalah proses pengiriman paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. MikroTik mendukung routing statis (manual) dan dinamis (otomatis menggunakan protokol routing seperti OSPF).
   - Langkah-langkah Static Routing:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu IP > Routes.
     3. Klik + untuk menambah rute baru.
     4. Masukkan Dst. Address dan Gateway, lalu klik Apply.
   - Langkah-langkah Dynamic Routing (OSPF):
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu Routing > OSPF.
     3. Tambahkan area dan network OSPF yang ingin di-routing.

4. Wireless
 
 Archer T4E | AC1200 Wireless Dual Band PCI Express Adapter | TP-Link  Indonesia
 
   - Pengertian: MikroTik juga menyediakan fitur untuk jaringan nirkabel (wireless). Dengan ini, MikroTik bisa digunakan sebagai access point atau wireless client.
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu Wireless.
     3. Pada tab Interfaces, klik + dan pilih mode wireless yang sesuai (misalnya AP Bridge untuk access point).
     4. Konfigurasikan SSID, frekuensi, dan pengaturan keamanan.
     5. Klik Apply untuk mengaktifkan.

5. Firewall
 
 Pengertian Firewall, Fungsi, Manfaat, Jenis, & Cara Kerja
 
   - Pengertian: Firewall di MikroTik digunakan untuk mengatur lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan. Dengan firewall, Anda dapat memblokir atau mengizinkan akses berdasarkan aturan tertentu.
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu IP > Firewall.
     3. Pada tab Filter Rules, klik + untuk menambah aturan baru.
     4. Konfigurasikan chain, source address, destination address, dan action sesuai kebutuhan.
     5. Klik Apply untuk menerapkan aturan.

6. Quality of Service (QoS)
 
How does Natiply ensure Quality of Service(QoS)?
 
   - Pengertian: QoS digunakan untuk mengatur prioritas lalu lintas data di jaringan, memastikan bahwa aplikasi atau layanan tertentu mendapatkan bandwidth yang lebih besar atau prioritas yang lebih tinggi.
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu Queues.
     3. Klik + untuk menambah queue baru.
     4. Tentukan target (IP atau range IP), max-limit, dan priority.
     5. Klik Apply untuk mengaktifkan.

7. Tunneling
 
 Citraweb.com : Interkoneksi Jaringan dengan Tunnel
 
   - Pengertian: Tunneling adalah teknik untuk menghubungkan dua jaringan melalui jalur yang aman, sering digunakan untuk VPN (Virtual Private Network).
   - Langkah-langkah:
     1. Buka Winbox dan login ke MikroTik Anda.
     2. Pilih menu Interfaces > PPP.
     3. Tambahkan jenis tunneling yang diinginkan (seperti PPTP atau L2TP).
     4. Konfigurasikan username, password, dan address untuk tunneling.
     5. Klik Apply untuk mengaktifkan.

Selasa, 13 Agustus 2024

T.4 Konfigurasi Wireless Access Point MikroTik RouterBoard

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat
Kelas : XI TJKT 2
Absen : 28



Konfigurasi Wireless Access Point MikroTik RouterBoard


Topologi yang digunakan :



Cara Konfigurasi Wireless Access Point MikroTik RouterBoard

1. Pertama kita reset dengan cara softreset, pergi ke "System - Reset Configuration" lalu ceklis pada bagian seperti gambar dibawah, lalu tunggu hingga IP berubah menjadi 0.0.0.0 seperti pada bagian dibawah ini.




2. Jika sudah tereset kita beri identity dengan cara "System - Identity" masukkan nama sesuai apa perintah guru untuk kali ini kita isi dengan nama lengkap seperti dibawah ini.

3. Selanjutnya kita  setting dhcp-client dengan cara "IP - DHCP Client" pilih ether1 lalu OK.

4. Setelah itu kita setting DNS dengan cara pergi ke IP
 - DNS ceklis pada bagian Allow Remote Request dan OK.

5. Kemudian kita setting NAT dengan cara "System - Firewall - NAT" setting seperti contoh pada gambar dibawah ini.


6. Selanjutnya kita akan pemberian IP pada ether2 dan wlan1, isi sesuai IP yang di berikan oleh guru pengajar dan kasih nama pada IP agar tidak kebingungan seperti pada gambar dibawah ini.


7. Selanjutnya kita setting Interfaces pada wlan1 dengan cara pergi ke bagian Wireless lalu tekan satu kali pada bagian wlan1 dan tekan ikon berbentuk ceklis agar berjalan setelah itu double click pada bagian wlan1 lalu ubah Mode menjadi ap bridge dan Band menjadi 2GHz-B/G/N lalu pada bagian SSID isi sesuai yang kita inginkan dan jangan lupa mengaktifkan default authenticated dan default forward.

8. Lalu kita setting DHCP Server dengan cara pergi ke "IP - DHCP Server - DHCP Setup" lalu pilih ether2 dan next hingga muncul tulisan Setup has completed successfuly, untuk bagian wlan1 kita lakukan seperti ether2.



untuk bagian setup has completed successfuly pada wlan1 lupa ss

9. Untuk pengujian kita bisa cek dengan cara pergi ke IP - DHCP Server - Leases, jika ada perangkat tertaut/terhubung maka akan muncul pada bagian itu seperti contoh dibawah ini.



Pengujian di HP




Cara konfigurasi : https://citraweb.com/artikel/13/

Senin, 12 Agustus 2024

Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat
Kelas : XI TJKT 2
Absen : 28

Macam-macam network device/ perangkat jaringan

 

  1. Router RB750G
    Mikrotik Routerboard Rb750g R3 Hex - Mkrotik Rb 750g R3 Hex
    - Spesifikasi
    CPU:
    AR7161 680/800MHz CPU
    Memory: 32MB DDR SDRAM onboard memory
    Boot loader: RouterBOOT
    Data storage: 64MB onboard NAND memory chip
    Ethernet: Five 10/100/1000 gigabit ethernet ports (with switch chip)
    miniPCI: none
    Extras: Reset switch, Beeper
    Serial port: no serial port
    LEDs: Power, NAND activity, 5 Ethernet LEDs
    Power options: Power over Ethernet: 9-28V DC (except power over datalines). Power jack: 9.28V DC
    Dimensions: 113x89x28mm. Weight without packaging and cables: 130g
    Power consumption: Up to 3W
    Operating System: MikroTik RouterOS v3, Level4 license

    - Fitur
    5 Port Ethernet
    RouterOS Level 4
    Bandwidth Management
    Monitoring Jaringan
    Manajemen Jarak Jauh
    Routing dan Bridging
    QoS (Quality of Service)
    MPLS Support

    - Kelemahan dan Kelebihan
    • Kelemahan
      Kapasitas Pengguna yang Terbatas
      Tidak Ada Dukungan PoE
      Prosesor dan RAM Terbatas
    • Kelebihan
      Harga Terjangkau
      Port Gigabit Ethernet
      Dukungan Komunitas


    - Cara setting
    Menghubungkan Modem ke Router
    Menyambungkan Router ke PC/Laptop
    Melakukan konfigurasi jaringan
    Atur agar jaringan bisa terbaca secara wireless

  2. Switch
        - Spesifikasi
        Product code: RB/250GS
        CPU: Taifatech TF470 NAT accelerator (RISC, 50MHz)
        RAM: embedded 96K SRAM
        Architecture: RISC
        LAN ports: 5
        Gigabit: Yes
        SFP Port: 1
        MiniPCI: 0
        miniPCI-e: 0
        Integrated Wireless: 0
        Wireless standards: 0
        USB: 0
        Memory Cards: 0
        Power Jack: 9-28V DC
        PoE: yes (poe adaptor dibeli terpisah)
        Dimensions: 113x89x28mm
        Operating System: MikroTik SwOS
        Temperature range: -25? to +65?

    - Fitur
    5 Port Gigabit Ethernet
    1 Port SFP (Small Form-Factor Pluggable)
    SwOS (Switch Operating System)
    VLAN Support
    Compact and Durable Design
     
    - Kelemahan dan Kelebihan
    • Kelemahan
      Fungsi Terbatas
      Tidak Ada PoE (Power over Ethernet)
      Tidak Ada Dukungan Routing
      Kapabilitas SFP Terbatas
    •     Kelebihan
      Dukungan VLAN
      Fitur QoS dan Port Mirroring
      Konsumsi Daya Rendah
      Loop Protection dan Broadcast Storm Control

    - Cara setting
    Persiapkan perangkat
    Hubungkan laptop /komputer ke switch
    Setting alamat IP static sesuai IP switch
    Masuk Ke Halaman Login Switch
    Mulai setting VLAN
    Fungsi VLAN pada switch
    Menambahkan VLAN ID
    Menambahkan PVID
    Reboot switch

  3. Hub
    D-Link Switch Hub Lan 10100Mbps -F1006P-E 4 Port di Galeri Media Computer |  Tokopedia 
    - Spesifikasi
    port PoE 10/100 Mbps
    2 port uplink 10/100Mbps
    IEEE 802.3x ow control
    Transmission Method : Adopt Store-and-forward
    60 Watt PoE Budget, Plug and play, Unmanaged
    Unit Utama

    - Fitur
    4 Port PoE (Power over Ethernet)
    2 Port Uplink
    Kecepatan 10/100Mbps
    Plug and Play
    Kompabilitas dengan Standar PoE

    - Kelemahan dan Kelebihan

    • Kelemahan
      Tidak Ada Fitur Lanjutan
      Fungsi Manajemen Terbatas
      Keterbatasan PoE Power Budget
    • Kelebihan
      PoE (Power over Ethernet)
      Plug and Play
      Keamanan Listrik

    - Cara setting
     Klik Start – Control Panel – Network And Sharing Center – Change Adapter Setting
    • Kemudian klik Local Area Connection
    • kemudian klik kanan lalu pilih Properties
        Klik Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)
        • kemudian pilih Properties
        PilihUse the following IP address
        • Isikan IP address : 192.168.1.1
        • Subnet mask : 255.255.255.0
        • Klik OK
        Setting Ip Komputer A selesai.
    Lakukan langkah yang sama untuk komputer B,C,D yang beda adalah dalam mengisi IP address
    • Untuk komputer B, isi IP address dengan : 192.168.1.2
    • Untuk komputer C, isi IP address dengan : 192.168.1.3
    • Untuk komputer D, isi IP address dengan : 192.168.1.4
    Selesai sudah pemberian alamat IP address untuk keempat komputer.
    • Untuk mengecek koneksi komputer A,B,C danD dapat dilakukan dengan perintahping
    (untuk dapat melakukan perintah ping, offkan/matikan terlebih dahulu Windows Firewallnya, masuk dari Control Panel–> Windows Firewall –> Turn off Windows Firewall)
    Perintah Ping dari komputer A ke Komputer B
    • Di Komputer A masuk ke Command prompt
    Start – Accessories – Command Prompt
    • Pada jendela Command Prompt ketik : Ping 192.168.1.2   kemudian tekan Enter
    •  Lakukan juga perintah ping dari setiap komputer untuk mengecek koneksi apakah sudah benar atau tidak

  4. VPN
    Mengenal Manfaat VPN, Kenapa Penting Digunakan pada Era Digital seperti  Sekarang? - Jawa Pos

    - Spesifikasi
    1. Protokol VPN:
       - OpenVPN: Aman dan open-source.
       - L2TP/IPSec: Menggabungkan keamanan L2TP dengan enkripsi IPSec.
       - IKEv2: Stabil dan cepat, ideal untuk perangkat mobile.
       - PPTP: Cepat tapi kurang aman.
       - WireGuard: Protokol baru yang cepat dan aman.
    2. Enkripsi:
       - AES-256: Standar enkripsi yang kuat dan umum digunakan.
       - RSA: Digunakan untuk pertukaran kunci enkripsi.
    3. Keamanan:
       - Kill Switch: Memutus internet jika koneksi VPN terputus.
       - DNS Leak Protection*: Mencegah kebocoran data melalui DNS.
    4. Server:
       - Lokasi: VPN memiliki server di berbagai negara.
       - Kecepatan: Kecepatan koneksi bergantung pada server.
    5. Fitur Tambahan:
       - Split Tunneling: Memilih aplikasi mana yang menggunakan VPN.
       - Obfuscation: Menyembunyikan penggunaan VPN dari deteksi.
    6. Kebijakan
       - No-Logs: VPN tidak menyimpan data aktivitas pengguna.

    - Fitur
    Enkripsi data
    Anonimitas Online
    Keamanan koneksi Wi-Fi publik
    Kill switch

    - Kelemahan dan Kelebihan
    • Kelemahan
      Kecepatan koneksi
      Tidak 100% anonim
      Keterbatasan di Negara tertentu
    • Kelebihan
      Mencegah pelacakan
      Keamanan
      Akses ke konten Global

    - Cara setting
    Buka Pengaturan
    Pilih Jaringan dan Internet
    Pilih VPN
    Tambahkan koneksi VPN
    Simpan dan hubungkan

  5. Firewall
    pengertian firewall

    - Spesifikasi
    1. Tipe Firewall:
       - Firewall Jaringan: Memantau dan mengontrol lalu lintas di antara dua atau lebih jaringan. Contoh: Cisco ASA, Fortinet FortiGate.
       - Firewall Aplikasi: Memfokuskan pada pengamanan aplikasi tertentu, memfilter konten berdasarkan aplikasi. Contoh: Web Application Firewall (WAF).
       - Firewall Host: Diterapkan pada perangkat individu untuk melindungi dari ancaman lokal. Contoh: Windows Firewall, iptables di Linux.
    2. Protokol yang Didukung:
       - Mendukung berbagai protokol jaringan seperti TCP, UDP, ICMP, dan lainnya untuk mengatur lalu lintas data.
    3. Keamanan:
       - Deteksi dan Pencegahan Intrusi (IDS/IPS): Kemampuan untuk mendeteksi dan mencegah serangan dengan memantau lalu lintas dan menerapkan aturan keamanan.
       - Filtering Konten: Memblokir akses ke situs web atau konten yang tidak diinginkan berdasarkan kategori atau kata kunci.
       - Enkripsi: Beberapa firewall mendukung enkripsi lalu lintas untuk menjaga keamanan data.
    4. Manajemen dan Konfigurasi:
       - Antarmuka Manajemen: Berbasis web atau aplikasi untuk mengonfigurasi dan memantau firewall.
       - API untuk Integrasi: Kemampuan untuk terintegrasi dengan alat manajemen keamanan lainnya melalui API.
    5. Fitur Lanjutan:
       - VPN Support: Mendukung koneksi VPN untuk akses jarak jauh yang aman.
       - Load Balancing: Mendistribusikan lalu lintas jaringan secara merata ke beberapa server.
       - Failover dan Redundansi: Kemampuan untuk beralih ke backup jika firewall utama gagal.
       - Logging dan Pelaporan: Merekam dan melaporkan aktivitas jaringan untuk analisis lebih lanjut.
    6. Performa:
       - Throughput: Kecepatan maksimum yang dapat ditangani firewall dalam memproses data (diukur dalam Mbps atau Gbps).
       - Kapasitas Concurrent Connections: Jumlah koneksi simultan yang dapat ditangani oleh firewall.
    7. Kebijakan dan Aturan:
       - Kemampuan untuk membuat dan mengelola kebijakan keamanan berbasis pengguna, aplikasi, atau lokasi.
       - Mendukung pemrograman aturan yang kompleks untuk kontrol lalu lintas yang lebih rinci.
    8. Dukungan Multi-Platform:
       - Kemampuan untuk berjalan di berbagai platform, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan solusi cloud.
    9. Skalabilitas:
       - Kapasitas untuk meningkatkan performa dengan menambahkan lebih banyak perangkat atau memanfaatkan cloud.
    10. Harga dan Lisensi:
       - Model penetapan harga, seperti lisensi tahunan, lisensi per perangkat, atau biaya berdasarkan kapasitas dan fitur.

    - Fitur
    Filtering konten
    Penerapan SSL/TLS
    Dukungan IPv6
    Kontrol akses basis identitas

    - Kelemahan dan Kelebihan
    • Kelemahan
      Tidak 100% efektif
      Biaya
      Kinerja
      Keterbatasan dalam filtering
    • Kelebihan
      Dukungan untuk VPN
      Filtering konten
      Kontrol akses
      Keamanan Jaringan

      - Cara setting
      Buka terminal dan cek aturan saat ini
      Atur default policy
      Izinkan koneksi masuk untuk protokol tertentu
      Izinkan koneksi dari jaringan lokal
      Simpan aturan


      SELESAI _-

T.42 Static NAT (One-to-One)

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat Kelas : XI TJKT 2 Absen : 28 Static NAT (One-to-One) Teori Dasar : Teori Dasar Static NAT :  Sebuah j...