Senin, 20 Januari 2025

Laporan Praktik Kerja Jobsheet (3)

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat
Kelas : XI TJKT II
Absen : 28

Laporan Praktik Kerja

Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan dalam Satu Autonomous System

1. Latar Belakang
Routing adalah proses penting dalam jaringan untuk mengirimkan data antar jaringan. Dalam satu Autonomous System (AS), routing dilakukan menggunakan protokol routing interior seperti OSPF, RIP, atau EIGRP. Dengan konfigurasi routing yang baik, pengiriman data menjadi efisien, andal, dan terorganisasi. Routing dalam AS memastikan komunikasi antar jaringan internal tanpa memerlukan pengelolaan eksternal.

2. Tujuan Praktek
- Memahami konsep dasar routing dalam satu Autonomous System.
- Mengimplementasikan protokol routing interior seperti OSPF.
- Menganalisis jalur komunikasi yang dipilih oleh router untuk memastikan efisiensi.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
- Pastikan perangkat dalam kondisi aman dan tidak terhubung ke sumber daya listrik saat menyambungkan kabel.
- Periksa konfigurasi alamat IP untuk menghindari konflik jaringan.
- Gunakan kabel UTP berkualitas baik untuk memastikan komunikasi jaringan yang stabil.

4. Alat dan Bahan
- Router (minimal 2 unit).
- Switch (opsional, untuk menyambungkan lebih banyak perangkat).
- Kabel UTP dan konektor RJ45.
- Laptop/PC dengan aplikasi terminal seperti PuTTY.

5. Langkah Kerja

1. Hubungkan Router Menggunakan Kabel
• Gunakan kabel UTP untuk menghubungkan port antarmuka router.
- Jika menggunakan switch, hubungkan setiap router ke switch terlebih dahulu.
2. Konfigurasi IP Address pada Setiap Interface Router
• Masuk ke konfigurasi router dengan perintah:
- enable  
- configure terminal
• Atur IP address untuk setiap interface, misalnya:
- interface fastethernet 0/0  
- ip address 192.168.1.1 255.255.255.0  
- no shutdown  
- exit
- Ulangi langkah ini untuk semua interface yang digunakan.
3. Aktifkan Protokol Routing Interior (OSPF)
• Masuk ke mode konfigurasi routing:
- router ospf 1
• Tambahkan jaringan yang ingin dirouting:
network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
- Ulangi perintah network untuk menambahkan jaringan lainnya ke OSPF.
- Pastikan semua router menggunakan area yang sama (misalnya area 0) untuk komunikasi dalam AS.
4. Verifikasi Tabel Routing
• Periksa tabel routing pada router dengan perintah:
- show ip route
- Pastikan jaringan yang terhubung dan OSPF terdeteksi dengan baik.
5. Lakukan Uji Konektivitas Antar Jaringan
• Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas antar router, misalnya:
- ping 192.168.2.1
- Catat hasil pengujian untuk memastikan bahwa semua router dapat saling berkomunikasi.

6. Pengujian/Kesimpulan
Pengujian:
- Lakukan ping dari satu jaringan ke jaringan lainnya untuk memastikan konektivitas berhasil.
- Gunakan perintah tambahan seperti traceroute untuk menganalisis jalur data yang digunakan.

Kesimpulan:
- Proses konfigurasi routing menggunakan protokol OSPF berhasil dilakukan.
- Router dapat saling berkomunikasi sesuai jalur yang ditentukan oleh tabel routing.
- Implementasi routing dalam satu Autonomous System membantu memastikan efisiensi dan keandalan komunikasi antar jaringan internal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

T.42 Static NAT (One-to-One)

Nama : Muhammad Fahmi Rizal Nurhidayat Kelas : XI TJKT 2 Absen : 28 Static NAT (One-to-One) Teori Dasar : Teori Dasar Static NAT :  Sebuah j...